Peserta Kemnas (Kemah Nasional ke 5 Di Bumi Perkemahan Cibubur

Peserta Kemnas ke 5 dari Pramuka Insan Madani Madiun

Beberapa PINSAKODA PSIT Jawa Timur

Sako Pramuka SIT Jatim Gelar Rapat Persiapan LAGA

Juara Regu Tergiat dan Peserta Terbaik Jambore Kwaran Geger

Pramuka regu khusus SDIT Insan Madani mendapat juara lagi.

Pembina, Kepala Sekolah dan Pengurus Kwartir Cabang Madiun

Acara pelepasan peserta Kemah Nasional ke 5. dihadiri langsung oleh pengurus kwartir cabang madiun

Juara Cerdas Cermat dan Juara Regu Tergiat

Alhamdulilah dan terimakasih untuk pembina, adik-adik resus, dan semua pihak yang membantu.

Selasa, 21 Januari 2025

Jawaban SKU Rakit 17: Makna & Aturan Lambang Negara Garuda

SKU Penggalang Rakit Nomor 17: Mengenal Lebih Dekat Lambang Negara Kita

Halo sobat Pramuka! Setelah kemarin kita bahas soal lagu kebangsaan, sekarang saatnya kita naik ke poin selanjutnya di SKU Penggalang Rakit, yaitu poin nomor 17. Di sini, kita bakal kupas tuntas soal Lambang Negara Garuda Pancasila.

Sebagai seorang penggalang, kita nggak cuma harus tahu gambarnya aja, tapi juga harus paham sejarah, makna di balik setiap helai bulunya, sampai aturan hukum yang menjaganya. Yuk, disimak baik-baik!

Sekelompok Pramuka Penggalang Rakit bergaya anime sedang mempelajari materi lambang negara Garuda Pancasila untuk memenuhi poin SKU nomor 17

Siapa Perancang Garuda Pancasila?

Banyak yang belum tahu kalau lambang kebanggaan kita ini melewati proses panjang. Tokoh penting di baliknya adalah Sultan Hamid II yang kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno. Secara resmi, Garuda Pancasila mulai dipakai sebagai lambang negara pada 11 Februari 1950.

Rahasia di Balik Angka 17-8-1945

Pernah hitung jumlah bulu di burung Garuda? Ternyata itu bukan asal gambar, lho! Jumlahnya menggambarkan tanggal sakral kemerdekaan kita:

  • 17 helai bulu di masing-masing sayap.
  • 8 helai bulu di ekor.
  • 19 helai bulu di bawah perisai (pangkal ekor).
  • 45 helai bulu di leher.

Kalau digabung, angkanya jadi 17-8-1945. Keren banget, kan?

Makna Perisai di Dada Garuda

Perisai itu ibarat tameng perlindungan dalam perjuangan. Di dalamnya ada 5 simbol yang mewakili sila-sila Pancasila: dari Bintang, Rantai, Pohon Beringin, Kepala Banteng, sampai Padi dan Kapas. Semuanya menyatu di dada Garuda sebagai fondasi negara kita.

Lalu ada pita putih yang dicengkeram erat oleh kaki Garuda bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika". Ini adalah pengingat buat kita semua bahwa meski kita berbeda suku, agama, dan bahasa, kita tetap satu keluarga besar: Indonesia.

Bagaimana Kita Harus Memperlakukan Lambang Negara?

Sama seperti lagu kebangsaan, lambang negara juga diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009. Sebagai Pramuka, kita harus jadi garda terdepan dalam menjaga kehormatannya. Berikut aturan dasarnya:

  • Tempat Pemasangan: Biasanya dipasang di gedung pemerintah, kantor sekolah, uang kertas/logam, dan dokumen resmi seperti ijazah atau paspor.
  • Larangan: Dilarang keras merusak, mencorat-coret, atau menggunakan lambang negara untuk keperluan iklan/komersial yang merendahkan martabatnya.
  • Sanksi: Hati-hati, ada hukuman pidana buat siapa saja yang dengan sengaja menghina lambang negara.

Jadi, kalau lihat gambar Garuda di sekolah yang sudah kusam atau miring, yuk kita bantu rapikan. Itu adalah salah satu bentuk pengamalan Darma Pramuka kita!

"Garuda bukan sekadar gambar di dinding, tapi jiwa yang harus kita bawa dalam setiap langkah sebagai Pramuka."

Semangat untuk ujian SKU-nya ya! Kalau paham materi ini, Kakak Pembina pasti bakal bangga kasih tanda tangan. Salam Pramuka!

Jawaban SKU Penggalang Rakit Nomor 16: Sejarah Indonesia Raya

SKU Penggalang Rakit Nomor 16: Memahami Sejarah Lagu Indonesia Raya

Halo sobat Pramuka! Sudah sampai mana progres pengisian SKU-nya? Nah, untuk poin nomor 16 di tingkat Penggalang Rakit, kita ditantang untuk memahami sejarah dan aturan lagu kebangsaan kita sendiri. Ini bukan cuma soal hafal lagu, tapi soal gimana kita menghargai identitas bangsa.

Ilustrasi anime Pramuka Penggalang Rakit yang bahagia memegang sertifikat materi Sejarah Lagu Indonesia Raya untuk poin SKU Nomor 16

Sejarah Panjang di Balik Nada Indonesia Raya

Tahu nggak? Lagu ini nggak langsung jadi lagu kebangsaan begitu saja. Semua bermula dari pemuda berbakat bernama Wage Rudolf Supratman atau yang lebih kita kenal sebagai W.R. Supratman. Beliau menciptakan lagu ini pada tahun 1924.

Momen Kongres Pemuda II

Lagu ini pertama kali diperkenalkan secara resmi pada 28 Oktober 1928, tepat saat momen Sumpah Pemuda di Jakarta. Uniknya, saat itu W.R. Supratman memainkannya lewat instrumen biola tanpa lirik. Kenapa? Karena saat itu penjajah Belanda melarang keras kata-kata yang berbau "kemerdekaan".

Lagu ini aslinya punya tiga stanza (tiga bait besar). Meskipun yang sering kita nyanyikan di upacara hanya stanza pertama, maknanya tetap sangat dalam sebagai doa untuk tanah air.

Aturan Penting Menurut UU No. 24 Tahun 2009

Negara kita punya aturan main yang serius soal simbol negara, termasuk lagu kebangsaan. Semua tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009. Berikut beberapa poin yang wajib kamu tahu untuk menjawab SKU Rakit:

  • Penggunaan: Lagu ini wajib dinyanyikan saat upacara bendera, pelantikan pejabat, atau acara resmi pemerintah.
  • Kualitas Lagu: Tidak boleh diubah liriknya, nadanya, atau iramanya dengan cara yang bisa merusak martabat lagu tersebut.
  • Larangan: Jangan pernah gunakan lagu Indonesia Raya untuk iklan komersial atau kepentingan pribadi tanpa izin resmi. Ada sanksi pidananya, lho!

Cara Menghormati Lagu Kebangsaan

Sebagai anggota Pramuka, etika kita harus jadi contoh buat orang lain. Berdasarkan pasal 62, ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan atau diperdengarkan, setiap orang yang hadir wajib berdiri tegap dengan sikap hormat.

Ingat, berdiri tegap bukan cuma gaya-gayaan. Itu adalah wujud nasionalisme kita. Bayangkan para pejuang dulu yang mempertaruhkan nyawa supaya kita bisa berdiri bebas seperti sekarang dan menyanyikan lagu ini dengan bangga.

Semangat terus latihannya ya! Semoga poin SKU Rakit nomor 16 ini segera ditandatangani oleh Kakak Pembina. Salam Pramuka!

SKU Penggalang Rakit nomor 6 (Ciri-ciri pengendalian emosi diri)

SKU Penggalang Rakit: Mengenal Ciri-Ciri Pengendalian Emosi Diri untuk Karakter Unggul

Menjadi seorang Pramuka Penggalang Rakit bukan sekadar tentang keterampilan tali-temali atau sandi, melainkan juga tentang kematangan kecerdasan emosional. Di lingkungan sekolah, seperti yang kita terapkan di SDIT Insan Madani, memahami bagaimana mengelola perasaan adalah kunci utama untuk membentuk pribadi yang tangguh dan beradab. Pengendalian emosi diri merupakan kemampuan untuk tetap tenang dan berpikir jernih meski sedang dalam tekanan.

Poster edukasi Materi SKU Nomor 6 Penggalang Rakit yang menampilkan dua siswa Pramuka (putra dan putri berhijab) SDIT Insan Madani Madiun berseragam lengkap berdiri di depan sekolah. Gambar ini merinci 'Ciri-Ciri Pengendalian Emosi Diri' dengan poin-poin: 1. Kesadaran Diri, 2. Kontrol Diri, 3. Ekspresi Tepat, 4. Empati & Ketahanan Mental, untuk pengembangan karakter Pramuka di pramukaiman.com.

Mengapa Pengendalian Emosi Penting bagi Pramuka?

Dalam aktivitas kepramukaan, kita sering dihadapkan pada situasi yang menguras energi dan mental. Tanpa manajemen emosi yang baik, seorang anggota pramuka akan sulit bekerja sama dalam regu. Kemampuan menjaga stabilitas perasaan membantu kita untuk tetap disiplin, berani, dan setia sebagaimana amanat Dasa Darma.

Ciri Utama Seseorang dengan Pengendalian Emosi yang Baik

1. Kesadaran Diri (Self-Awareness)

Ciri pertama adalah mampu mengenali apa yang sedang dirasakan. Saat hati merasa kesal atau sedih, kita tidak langsung meledak, melainkan sadar bahwa ada perasaan yang perlu ditenangkan. Di SDIT Insan Madani, pembiasaan refleksi diri sangat membantu adik-adik penggalang dalam tahap ini.

2. Kemampuan Mengelola Impulsifitas

Seseorang yang memiliki kontrol diri yang kuat tidak akan mengambil keputusan saat sedang marah besar. Mereka lebih memilih untuk menarik napas dalam-dalam (cooling down) sebelum merespons suatu masalah. Ini adalah bentuk nyata dari kematangan manajemen diri.

3. Ekspresi Emosi yang Proporsional

Mengendalikan emosi bukan berarti memendamnya. Ciri pengendalian yang sehat adalah mampu menyampaikan keberatan atau rasa kecewa dengan cara yang santun dan konstruktif, tanpa harus menyakiti orang lain melalui kata-kata kasar.

4. Empati dan Ketahanan Mental

Kemampuan ini juga melibatkan cara kita melihat perasaan orang lain. Dengan empati, kita tidak mudah tersinggung oleh kritik. Sebaliknya, kita menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik. Inilah yang disebut dengan resiliensi emosional.

Langkah Praktis Melatih Kematangan Emosi

Melatih emosi adalah proses belajar seumur hidup. Bagi adik-adik di SDIT Insan Madani, mulailah dengan membiasakan diri untuk bersabar saat antre atau saat menghadapi perbedaan pendapat di dalam regu pramuka. Ingatlah bahwa setiap perasaan yang muncul adalah valid, namun cara kita bertindak atas perasaan tersebutlah yang menentukan kualitas karakter kita.

Mari terus belajar menjadi Pramuka yang tidak hanya cerdas intelektual, tapi juga cerdas secara emosional bersama pramukaiman.com!

SKU Penggalang Rakit nomor 8 (Hak dan perlindungan anak)

Materi SKU Penggalang Rakit Nomor 8: Memahami Hak dan Perlindungan Anak dalam Pramuka

Menjadi seorang Pramuka Penggalang Rakit bukan hanya soal kecakapan di lapangan, tetapi juga tentang kedewasaan dalam memahami nilai-nilai kemanusiaan. Di lingkungan SDIT Insan Madani, kita diajarkan bahwa setiap anak adalah anugerah yang memiliki hak-hak istimewa yang dilindungi oleh hukum dan agama. Mempelajari poin SKU nomor 8 ini seringkali memicu perasaan bangga sekaligus syukur, karena kita menyadari betapa berharganya setiap individu di mata dunia.

Gambar ilustrasi Materi SKU Penggalang Rakit Nomor 8 Hak dan Perlindungan Anak, menampilkan anggota Pramuka Insan Madani dan anak-anak

Mengenal Konvensi Hak Anak dan Perlindungan Hukum bagi Penggalang

Secara global, hak-hak kita diatur dalam Konvensi Hak Anak (KHA) yang disepakati secara internasional. Sebagai anggota pramuka, memahami advokasi anak dan kesejahteraan sosial adalah bagian dari pengamalan Dasa Darma. Perlindungan anak bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata untuk memastikan tidak ada kekerasan, diskriminasi, maupun eksploitasi di sekitar kita.

1. Hak Kelangsungan Hidup (Survival)

Ini adalah hak paling mendasar yang mencakup hak atas kehidupan dan kebutuhan medis. Setiap anak berhak mendapatkan standar kesehatan yang layak serta identitas resmi (akta kelahiran). Di sekolah, perasaan aman untuk tumbuh sehat adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

2. Hak Perlindungan (Protection)

Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak. Hak ini menjaga kita dari diskriminasi, eksploitasi ekonomi maupun seksual, serta perlakuan kejam lainnya. Lingkungan pramuka yang sehat harus mampu memberikan ruang yang steril dari segala bentuk perundungan (bullying).

3. Hak Tumbuh Kembang (Development)

Setiap penggalang di SDIT Insan Madani berhak atas pendidikan yang berkualitas, akses informasi yang sehat, serta waktu untuk bermain dan beristirahat. Hak ini memastikan potensi intelektual dan spiritual kita berkembang secara maksimal sesuai dengan minat masing-masing.

4. Hak Partisipasi (Participation)

Kita memiliki hak untuk menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi diri kita. Dalam musyawarah regu, perasaan didengarkan dan dihargai pendapatnya adalah wujud nyata dari hak partisipasi ini. Jangan ragu untuk bersuara demi kebaikan bersama.

Implementasi Sikap Pramuka terhadap Perlindungan Anak

Memahami materi SKU nomor 8 ini menuntut kita untuk lebih peka. Jika melihat rekan yang sedang dalam kesulitan atau mengalami perlakuan tidak adil, sudah menjadi kewajiban kita sebagai Pramuka Penggalang untuk melapor atau membantu sesuai kapasitas kita. Mari jadikan pramukaiman.com sebagai wadah edukasi untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak di manapun kita berada.

"Anak adalah masa depan bangsa. Melindungi mereka berarti menjaga masa depan itu sendiri." - Pramuka Insan Madani

Kamis, 19 Desember 2024

Juara lagi Tim Sepakbola Mini

Tim Sepakbola Mini SDIT Insan Madani Raih Juara 3 di Kompetisi Bergengsi Kecamatan Geger

Juara 3 sepakbola mini


Geger – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh tim sepakbola mini SDIT Insan Madani dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK bekerja sama dengan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Geger. Ajang yang berlangsung pada 17-19 Desember 2024 ini diikuti oleh 24 tim dari berbagai sekolah dasar di kecamatan Geger dengan sistem gugur yang menantang.  


Dengan semangat juang tinggi dan kerja sama tim yang solid, tim SDIT Insan Madani berhasil melewati berbagai laga sengit hingga akhirnya mengamankan posisi juara 3. Meski perjalanan menuju podium penuh dengan rintangan, para pemain muda ini membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan doa adalah kunci keberhasilan.  


Kepala SDIT Insan Madani, Ibu Marini Mardyah, S.Siß., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian ini. "Alhamdulillah, perjuangan anak-anak kita tidak sia-sia. Mereka telah menunjukkan sikap sportif, pantang menyerah, dan kebersamaan yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meraih lebih banyak kemenangan di masa depan," ungkapnya dengan penuh haru.  


Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk mengasah keterampilan bermain bola, tetapi juga mendidik karakter anak-anak dalam menghadapi tantangan dan persaingan. "Kami berharap tim futsal SDIT Insan Madani dapat mengikuti jejak gemilang ini. Dengan pembinaan yang konsisten, semoga mereka mampu membawa nama sekolah lebih jauh di tingkat yang lebih tinggi," tambahnya.  

Keberhasilan ini tak lepas dari peran besar Ustad Erwin sebagai pelatih utama tim sepakbola mini. Dengan kesabaran, dedikasi, dan strategi jitu, beliau mampu mengarahkan anak-anak untuk bermain dengan penuh percaya diri dan kekompakan. "Terima kasih kepada Ustad Erwin atas kerja kerasnya mendampingi dan membimbing anak-anak hingga mencapai prestasi ini," ujar Kepala Sekolah dengan penuh apresiasi.  


Selain itu, pihak sekolah juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru, staf, dan terutama para walimurid. Dukungan moral dan material dari semua pihak menjadi energi tambahan yang sangat berarti bagi tim ini. Kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua adalah kunci keberhasilan yang membangun semangat anak-anak untuk terus berjuang mengharumkan nama SDIT Insan Madani.

Semoga semangat juang dari tim sepakbola mini ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SDIT Insan Madani untuk terus berprestasi, baik di bidang olahraga maupun akademik. Dengan sinergi antara pembinaan yang baik, dukungan guru, serta doa orang tua, masa depan anak-anak ini akan semakin cemerlang.

Selasa, 17 Desember 2024

100 Persen Lolos Pramuka Siaga Garuda

Pramuka SDIT Insan Madani Cetak Sejarah: 47 Siswa Lolos Ujian Pramuka Siaga Garuda 

*Geger, 17 Desember 2024*  

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh pangkalan pramuka SDIT Insan Madani. Sebanyak 47 siswa siaga berhasil meraih predikat *Pramuka Siaga Garuda*, jenjang tertinggi dalam golongan pramuka siaga. Ujian dilaksanakan pada 10 Desember 2024 di Korwil VI Geger, Madiun, dengan hasil yang membanggakan: 100 persen siswa lolos.  

Pramuka siaga Garuda


Kerja Keras dan Kolaborasi

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras para siswa, pendampingan intensif para pembina, serta dukungan penuh dari para orang tua. Kepala pangkalan pramuka SDIT Insan Madani menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat.  


“Kami mengucapkan terima kasih kepada orang tua siswa atas doa dan dukungannya, juga kepada para pembina yang setia mendampingi anak-anak. Tentu, prestasi ini juga tak lepas dari usaha luar biasa para siaga yang telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk mencapai target ini,” ucapnya penuh syukur.  


Peran Kwartir Ranting Geger

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pramuka Kwartir Ranting Geger yang memberikan dukungan dan memfasilitasi pelaksanaan ujian ini. Koordinasi yang baik antara SDIT Insan Madani dan Kwartir Geger menjadi salah satu kunci sukses acara ini.  


Komitmen Melahirkan Generasi Unggul  

Sebagai sekolah berbasis Islam terpadu, SDIT Insan Madani tak hanya mengedepankan prestasi akademik tetapi juga pembentukan karakter melalui kepramukaan. Dengan meraih predikat *Pramuka Siaga Garuda*, siswa tidak hanya menunjukkan kemampuan teknis kepramukaan tetapi juga kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian.  


"Ini adalah langkah awal. Kami yakin, para siswa ini akan terus berprestasi dan menjadi generasi yang unggul, baik di bidang akademik maupun karakter,” tambahnya.  


Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi pangkalan pramuka SDIT Insan Madani untuk terus berinovasi dan melahirkan generasi pramuka berkualitas. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di wilayah Geger dan sekitarnya.  


---  

*Selamat kepada para siswa siaga Garuda! Teruslah berjuang, menjadi pribadi yang tangguh, beriman, dan berkontribusi untuk masyarakat.*

Selasa, 10 Desember 2024

Ujian Pramuka Garuda di Kwaran Geger Madiun

Ujian Pramuka Garuda di Kwaran Geger Madiun: Semangat dan Dedikasi Generasi Muda dalam Menghadapi Tantangan

Geger, Madiun – Kwartir Ranting (Kwaran) Geger, Madiun, sukses menyelenggarakan acara Ujian Pramuka Garuda yang dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 12 Desember 2024. Bertempat di Kantor Korwil VI Geger, acara yang berlangsung tiga hari ini menjadi momen penting bagi 228 peserta dari berbagai tingkat pramuka untuk menunjukkan dedikasi dan keterampilan mereka dalam meraih penghargaan tertinggi dalam Gerakan Pramuka.

Ujian Pramuka Garuda

Acara dibuka dengan penuh hikmat pada hari pertama, yang dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Hymne Pramuka, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan. Upacara pembukaan ini dipimpin oleh Kak Agus Iswoyo, yang juga memberikan sambutan hangat untuk semua peserta dan tamu undangan. Kemudian, laporan kegiatan disampaikan oleh Ketua Panitia, Kak Sudarsih, yang mengungkapkan harapan besar agar acara ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi perkembangan pramuka di wilayah Geger.

Kehadiran Kak Darko, Ketua Kwartir Ranting Geger, juga memberi semangat kepada para peserta. Dalam sambutannya, Kak Darko menegaskan bahwa ujian Garuda ini adalah tonggak penting bagi setiap pramuka yang ingin mengukir prestasi lebih tinggi dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya. "Jangan pernah berhenti untuk belajar dan berusaha menjadi yang terbaik. Pramuka Garuda bukan hanya sekadar sebuah lencana, tetapi simbol dedikasi, semangat juang, dan kepemimpinan," ungkap Kak Darko.

Ujian Pramuka Garuda kali ini diikuti oleh 76 siswa Siaga, 110 penggalang, dan 42 penegak yang bersaing untuk meraih prestasi di tingkat masing-masing. Pada hari pertama, peserta mengikuti ujian untuk Pramuka Siaga Garuda dan Pramuka Penggalang Garuda. Para peserta diuji melalui berbagai tantangan yang menguji keterampilan kepramukaan mereka, seperti pengetahuan kepramukaan, keterampilan alam, serta kepemimpinan dan kerja sama.

Pengurus dan penguji pramuka garuda


Hari kedua dan ketiga, ujian dilanjutkan untuk Pramuka Penegak SMA dan SMK yang turut ambil bagian dalam ujian Garuda. Ujian ini menuntut para peserta untuk menunjukkan pemahaman lebih mendalam mengenai filosofi pramuka, kemampuan dalam bidang teknis, serta mental yang kuat untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.

Selama tiga hari berlangsungnya acara ini, peserta diuji secara serius namun tetap dalam suasana yang penuh kekeluargaan. Setiap ujian diakhiri dengan evaluasi mendalam yang bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta agar siap menjadi pemimpin masa depan.

Acara Ujian Pramuka Garuda ini tidak hanya sekadar ujian keterampilan, tetapi juga menjadi ajang pembinaan karakter, di mana setiap peserta belajar untuk mengasah jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan semangat kebersamaan. Dengan pelaksanaan yang sukses ini, diharapkan generasi muda di Kwaran Geger semakin siap untuk menghadapi tantangan yang lebih besar dan dapat memberi kontribusi positif bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya ujian pada tanggal 12 Desember 2024, diharapkan semakin banyak pramuka yang meraih penghargaan Pramuka Garuda, sebagai simbol prestasi tertinggi dalam Gerakan Pramuka Indonesia.